1. SWOT ANALYSIS

A. PENGERTIAN SWOT ANALYSIS

Pengertian SWOT

SWOT merupakan singkatan dariStrenght ( kekuatan ),Wea kn ess ( kelemahan ),

Opportunity ( peluang ), Threat ( ancaman ). Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah

perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen ) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.

Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap

perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.

Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk

menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.

Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman

yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi.

2.2 Pentingnya SWOT Bagi Sebuah Perusahaan

2.3 Analisis SWOT Perusahaan Sony Ericsson

Sony Ericsson merupakan perusahaan patungan dengan pembagian keuntungan 50:50

antara Sony Corporation dan Ericsson AB yang didirikan bulan Oktober 2001.

Misi perusahaan ini adalah memantapkan Sony Ericsson sebagai merek paling menarik

dan inovatif dalam industri perangkat bergerak.
Visi perusahaan:
a.

Perlakuan adil terhadap tenaga kerja, pelestarian lingkungan yang proaktif dan

keterlibatan langsung dalam komunitas perusahaan

b.

Memadukan etika yang baik ke dalam semua aspek perusahaan, termasuk manajemen SDM, desain produk, persyaratan pemasok dan program penjangkauan komunitas konsumen

// c.

Membantu membangun dunia yang lebih bersih, aman dan mencerdaskan seluruh

aspek social dalam komuniti yang lebih luas dan mendunia

Ada 2 aturan yang dipakai dalam menjalankan perusahaan baik kepada bagian internal

maupun eksternal, yaitu:

Aturan Korporat adalah aturan yang membantu para karyawan membuat

keputusan etis yang diperlukan untuk melakukan tugas pekerjaan mereka

sehari-hari

Aturan tanggung jawab sosial pemasok diterapkan agar para pemasok

menyediakan tempat kerja yang aman bagi karyawan, menghormati hak asasi manusia dan menerapkan standar etika yang sesuai dalam semua urusan bisnis.

2.4 Strategi Sony Ericsson dalam menindak lanjuti hasil analisa SWOT yang dimiliki

2.4.1S t ren g h t ( kekuatan )

Memiliki kebijakan etika yang menjangkau seluruh Sony Ericsson dan para pemasok yang menjamin semua operasi perusahaan dapat dilaksanakan dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial.

Sony Ericsson komit terhadap perbaikan kualitas lingkungan yang

berkesinambungan pada produk dan operasi perusahaan di seluruh dunia.

Berperilaku teladan sosial dan etika serta menjalankan bisnis yang sesuai dengan

semua undang-undang dan peraturan yang berlaku

Sony Ericsson menghormati hak asasi manusia dan perlakuan etis terhadap semua karyawan. Dan sebagai produsen ponsel terkemuka, Sony Ericsson komit terhadap standar keselamatan yang tinggi dalam desain produknya bagi seluruh pengguna produk maupun para pekerja di dalam pabrik.

Tujuan perusahaan ini adalah menyampaikan solusi yang membantu mengurangi

pemakaian dan emisi sumberdaya global terhadap udara, darat dan air.

Kerja lingkungan di Sony Ericsson berlandaskan pada penerapan siklus masa pakai yang mempertimbangkan desain, pembuatan di pabrik, penggunaan produk (operasi) dan penanggulangan Akhir Masa Pakai. Daftar Zat Terlarang & Terbatas pada Sony Ericsson menjamin, bahwa perusahaan bekerja dengan bahan-bahan yang sebaik mungkin dan tidak membahayakan pelanggan.

Sony Ericsson menjadi produsen pertama yang menghapus baterai nickel cadmium pada semua ponsel dan bertekad untuk melanjutkan kerja yang progresif dengan cara menghilangkan zat-zat yang dapat merusak lingkungan dari produk sony ericsson sebatas yang dapat dilakukan secara wajar.

//

Sejumlah zat yang tercantum dan didefinisikan dalam Restriction of the Use of Certain Hazardous Substances Directive (RoHS) [Petunjuk Pembatasan Penggunaan Zat Tertentu Yang Berbahaya], seperti timah, cadmium, merkuri, kromium (VI), PBB dan PBDE serta penghambatan nyala terhalogen dalam panel jalinan kabel kawat cetak/kerangka plastik sudah dihilangkan. Upaya penghilangan saat ini memfokuskan pada penghapusan PVC dan bauran PVC, antimoni dan berilium dari semua produk.

Mendaur ulang berbagai manfaat lingkungan dengan mengalihkan limbah dari penimbunan tanah dan dengan cara memulihkan bahan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali. Pendaur-ulangan yang bertanggung jawab menjamin bahwa semua bahan dikumpulkan dan dibuang dengan cara yang benar. Sony Ericsson berpartisipasi dalam program sukarela dan pengumpulan yang ada sekarang serta pendaur-ulangan yang diharuskan di banyak dengara di seluruh dunia. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi internasional seperti UNEP untuk menyusun panduan pengelolaan produk yang layak untuk pendaur-ulangan dan penggunaan ulang.

Sony Ericsson menggabungkan sistem pengumpulan dan pendaur-ulangan pembuangan produk elektrik dan elektronik yang mematuhi undang-undang nasional yang dihasilkan dari WEEE Directive. Mitra pilihan kami, yaitu European Recycling Platform (ERP) yang telah didirikan oleh Braun GmbH dari Jerman, Electrolux AB dari Swedia, Hewlett Packard Co. dari amerika Serikat dan Sony. ERP menciptakan program pengumpulan dan pendaur-ulangan pan-Eropa yang paling efisien bagi konsumen, lingkungan dan industri.

2.4.2We ak ness ( kelemahan )

2.4.3Opportunity ( peluang )

Sony Ericsson berpendapat bahwa pengembangan yang berkelanjutan merupakan salah satu tantangan terpenting di masa depan. Para pelanggan menuntut produk dan layanan teradaptasi secara lingkungan sehingga perushaan sony ericsson bertekad untuk memenuhi tuntutan itu.

Bagian sumber daya pers Sony Ericsson yang memuat siaran pers terbaru, arsip

siaran pers dan perpustakaan foto dengan gambar ponsel serta aksesorinya

Hal lain yang membuat para pelanggan tetap setia pada produk sony ericsson adalah dibukanya layanan internet untuk menampung segala keluhan para pelanggan. Selain itu, situs web ini menyediakan informasi mengenai kesehatan dan keselamatan dalam ponsel dengan cara connecting kehttp://www.e ricsson.com/health/

Untuk lebih menyakinkan konsumen dalam pemasaran produknya, sony ericsson langsung diperiksa oleh badan internasional yang bertugas untuk menjaga keselamatan konsumen, diantaranya adalah:

// a.The International EMF Project merupakan program WHO untuk

mengindentifikasikan kebutuhan riset dan rekomendasi riset untuk melakukan pengamatan risiko kesehatan dan menunjukkan materi informasi mengenai medan elektromagnet. Alamat web-nya http://www.who.int/peh-emf/project/en/

b.International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) adalah

organisasi ilmiah mandiri yang bertanggung jawab untuk memberikan nasihat

mengenai pemaparan radiasi non-ionisasi. Alamat web-nyahttp://www.icnirp.de

c.Mobile Manufacturers Forum (MMF) adalah asosiasi produsen perlengkapan

komunikasi radio internasional.Alamat web-nya http://www.mmfai.org

2.4.4T h re a t ( ancaman )

SUMBER : PENGANTAR BISNIS ANALISIS SWOT TERHADAP PERUSAHAAN SONY ERICSSON,

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2006

Analisis S.W.O.T


Pengertian dan Tujuan

SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:

1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.

Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi

Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT

  • SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 – 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.

Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan

  • Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
  • Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .

Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman

  • Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.

Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang

  • Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
  • Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.

Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan

  • Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
  • Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
  • Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
  • Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
  • Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
  • Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
  • Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
  • Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.

Catatan:
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada “pendapat” dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada “kenyataan

SUMBER: http://dickyrahardi.blogspot.com/2007/08/analisis-swot.html

2. BCG (Boston Consulting Group) dan Mc Kinsey Matrix GE Matrix

Analisis BCG

BCG (Boston Consulting Group) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang bebasis di Boston, ini merupakan pertumbuhana pangsar pasar yang dikembangkan dan dipopulerkna oleh seorang manajemen konsultan terkemuka.
Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).

The BCG Growth-Share Matrix adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut.

BCG (Boston Consulting Group) dan MCkinsey

BCG (Boston Consulting Group)

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen global, didirikan oleh Bruce Henderson padav tahun 1963. Memiliki 69 kantor di 40 negara, dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner. BCG umumnya digolongkan sebagai salah satu pengurus “paling bergengsi” konsultan perusahaan dalam industri itu.

Pertumbuhan BCG Matrix Berbagi

The BCG Growth-Share Matrix adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama “pertumbuhan-berbagi”. Pasar pertumbuhan berfungsi sebagai proxy untuk daya tarik industri, dan pangsa pasar relatif berfungsi sebagai proxy untuk keunggulan kompetitif. Pertumbuhan-saham matriks sehingga peta posisi unit bisnis dalam dua faktor penentu penting dari profitabilitas.

BCG Growth-Share Matrix BCG Growth-Share Matrix

Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa peningkatan pangsa pasar relatif akan menghasilkan peningkatan generasi kas. Asumsi ini sering benar karena kurva pengalaman , pangsa pasar relatif meningkat menunjukkan bahwa perusahaan bergerak maju pada kurva pengalaman relatif terhadap pesaingnya, dengan demikian mengembangkan keunggulan biaya. Asumsi kedua adalah bahwa pasar yang berkembang membutuhkan investasi dalam aktiva untuk meningkatkan kapasitas dan demikian hasil dalam konsumsi kas. Dengan demikian posisi bisnis pada saham-pertumbuhan matriks memberikan indikasi generasi kas dan konsumsi kas.

Henderson beralasan bahwa uang yang diperlukan oleh bisnis unit yang berkembang pesat dapat diperoleh dari unit lain perusahaan bisnis yang pada tahap lebih dewasa dan menghasilkan kas yang signifikan. Dengan investasi untuk menjadi pemimpin pangsa pasar di pasar yang berkembang pesat, unit bisnis bisa bergerak sepanjang kurva pengalaman dan mengembangkan keunggulan biaya. Dari alasan ini, BCG Growth-Share Matrix lahir.
Empat kategori tersebut adalah:

  • Anjing – Anjing memiliki pangsa pasar rendah dan tingkat pertumbuhan yang rendah dan dengan demikian tidak menghasilkan atau mengkonsumsi sejumlah besar uang tunai. Namun, anjing adalah kas perangkap karena uang diikat dalam bisnis yang kurang potensial. usaha tersebut adalah kandidat untuk divestasi.
  • tanda Pertanyaan – Pertanyaan tanda tumbuh pesat dan dengan demikian mengonsumsi sejumlah besar uang, tetapi karena mereka memiliki saham pasar yang rendah mereka tidak menghasilkan uang banyak. Sebuah tanda tanya (juga dikenal sebagai anak bermasalah “”) memiliki potensi untuk mendapatkan pangsa pasar dan menjadi bintang, dan akhirnya sapi kas ketika pertumbuhan pasar melambat. Jika tanda tanya tidak berhasil menjadi pemimpin pasar, mungkin tahun kemudian setelah konsumsi tunai itu akan berubah menjadi seekor anjing ketika pertumbuhan pasar menurun. Pertanyaan tanda harus dianalisa dengan hati-hati untuk menentukan apakah mereka patut investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa pasar.
  • Bintang – Bintang menghasilkan uang dalam jumlah besar karena pangsa pasar yang kuat relatif mereka, tetapi juga mengkonsumsi uang dalam jumlah besar karena laju pertumbuhan yang tinggi sehingga tunai di setiap arah sekitar jala keluar. Jika bintang dapat mempertahankan pangsa pasar yang besar, ia akan menjadi sapi kas ketika penurunan tingkat pertumbuhan pasar. Portofolio perusahaan yang terdiversifikasi harus selalu memiliki bintang-bintang yang akan menjadi sapi perah generasi berikutnya dan memastikan kas masa depan.
  • Kas sapi – Sebagai pemimpin di pasar yang matang, sapi kas menunjukkan laba atas aset yang lebih besar daripada tingkat pertumbuhan pasar, dan dengan demikian menghasilkan uang lebih dari mereka mengkonsumsi. unit usaha tersebut harus “diperah”, penggalian keuntungan dan investasi sebagai kas sesedikit mungkin.sapi Kas memberikan uang tunai yang diperlukan untuk mengubah tanda tanya menjadi pemimpin pasar, untuk menutupi biaya administrasi perusahaan, untuk mendanai penelitian dan pengembangan, untuk layanan utang perusahaan, dan untuk membayar dividen kepada pemegang saham. Karena sapi kas menghasilkan arus kas yang relatif stabil, nilainya dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang memadai dengan menghitung nilai sekarang dari aliran kas dengan menggunakan analisis discounted cash flow.

Berdasarkan model matriks pertumbuhan-saham, sebagai suatu industri dewasa dan penurunan laju pertumbuhan, sebuah unit usaha akan menjadi baik sapi tunai atau anjing, ditentukan oleh apakah ia telah menjadi pemimpin pasar selama periode pertumbuhan yang tinggi.

Meskipun awalnya dikembangkan sebagai model untuk alokasi sumber daya di antara berbagai unit bisnis di korporasi, pertumbuhan-saham matriks juga dapat digunakan untuk alokasi sumber daya antara produk-produk dalam suatu unit bisnis tunggal.kesederhanaan adalah kekuatan – posisi relatif dari seluruh portofolio bisnis perusahaan dapat ditampilkan dalam satu diagram.

Keterbatasan

Pertumbuhan-saham matriks dulu digunakan secara luas, tetapi sejak memudar dari popularitasnya sebagai model yang lebih komprehensif telah dikembangkan. Beberapa kelemahan adalah:

  • tingkat pertumbuhan pasar hanya merupakan salah satu faktor dalam daya tarik industri, dan pangsa pasar relatif hanya satu faktor dalam keunggulan kompetitif. Pertumbuhan-saham matriks mengabaikan faktor lain di kedua faktor penentu penting dari profitabilitas.
  • Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa setiap unit bisnis independen dari yang lain. Dalam beberapa kasus, sebuah unit bisnis yang merupakan anjing dapat membantu unit usaha lain mendapatkan keuntungan kompetitif.
  • Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Sebuah unit usaha dapat mendominasi ceruk kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang sangat rendah dalam industri secara keseluruhan.Dalam kasus seperti itu, definisi pasar dapat membuat perbedaan antara anjing dan sapi kas.

Sementara pentingnya telah berkurang, matriks BCG masih bisa digunakan sebagai alat sederhana untuk melihat portofolio bisnis korporasi sekilas, dan bisa berfungsi sebagai titik awal untuk membahas alokasi sumber daya antara unit-unit bisnis strategis.

Matrix GE atau McKinsey Matrix adalah alat strategis untuk analisis portofolio.Hal ini mirip dengan Matrix BCG dan benar-benar GE / McKinsey Matrix adalah perluasan dari Matrix BCG – multifaktor alat analisis portofolio. Alat ini membandingkan bisnis yang berbeda pada “Kekuatan Bisnis” dan “Pasar Daya Tarik” variabel, ditambah ukuran gelembung merupakan ukuran pasar bukan bisnis penjualan yang digunakan dalam BCG Matrix, dan pangsa pasar atau bisnis penjualan vs ukuran pasar direpresentasikan sebagai pie chart di dalam gelembung. Hal ini memungkinkan pengguna bisnis untuk membandingkan kekuatan bisnis, daya tarik pasar, ukuran pasar, dan pangsa pasar untuk berbagai unit bisnis strategis (SBU) atau penawaran produk yang berbeda.

Analisis portofolio alat strategis telah awalnya dikembangkan oleh GE dan McKinsey.

GE Matrix Posisi dan Strategi

GE / McKinsey Matrix dibagi menjadi sembilan sel – sembilan alternatif untuk penentuan posisi dari setiap SBU atau menawarkan produk. Berdasarkan kekuatan bisnis dan daya tarik pasar setiap SBU akan memiliki posisi yang berbeda dalam matriks. Selanjutnya, ukuran pasar dan penjualan saat ini akan membedakan setiap SBU.Berdasarkan pemahaman yang jelas dari semua faktor-faktor pengambil keputusan yang mampu mengembangkan strategi yang efektif.

Sembilan sel dalam matriks dapat dikelompokkan menjadi tiga segmen utama:

Segmen 1: Ini adalah segmen terbaik. bisnis kuat dan pasar menarik. Perusahaan harus mengalokasikan sumber daya dalam bisnis ini dan memfokuskan pada pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pangsa pasar.

Segmen 2: usaha ini baik yang kuat, tetapi pasar tidak menarik atau pasar yang kuat dan bisnis tidak cukup kuat untuk mengejar peluang potensial. Para pembuat keputusan harus membuat keputusan tentang bagaimana untuk menangani lebih lanjut dengan SBU ini. Beberapa dari mereka mungkin mengkonsumsi banyak sumber daya dan tidak menjanjikan sedangkan yang lain mungkin membutuhkan sumber daya tambahan dan strategi yang lebih baik untuk pertumbuhan.

Segmen 3: Ini adalah segmen terburuk. Bisnis di segmen ini adalah lemah dan pasar tidak menarik. Para pembuat keputusan harus mempertimbangkan baik reposisi SBU ini ke segmen pasar yang berbeda, mengembangkan menawarkan biaya-efektif yang lebih baik, atau menyingkirkan SBU ini dan menginvestasikan sumber daya ke dalam menjanjikan dan menarik lebih SBU.
Sumber :

http://www.netmba.com

http://www.mrdashboard.com

BCG (Boston Consulting Group)

Boston Consulting Group (BCG) adalah konsultan manajemen perusahaan bergengsi yang didirikan pada tahun 1963oleh Bruce Henderson, seorang alumnus Harvard Business School. BCG biasanya mempekerjakan untuk Associate atau posisi Konsultan. BCG merekrut MBA lulusan untuk bergabung sebagai Konsultan dari sekolah atas dunia bisnis, dan memfokuskan sebagian besar upaya merekrut mereka ke sekolah seperti Harvard Business School, Wharton School, Stanford Graduate School of Business, INSEAD, Darden, Dartmouth College, Kellogg Sekolah Manajemen, Sloan MIT, University of Chicago, Haas School of Business, Duke University, dan Columbia. Di samping itu, upaya meningkatkan adalah tempat pengangkatan pemegang maju bisnis non-gelar. Lulusan memegang gelar dalam bidang seperti teknik, ilmu pengetahuan, dan seni liberal menerima pelatihan dalam fundamental bisnis dan kemudian biasanya bergabung dengan perusahaan sebagai Konsultan. Ada juga kesempatan untuk bergabung sebagai Associate atau Konsultan Summer Summer (magang) posisi selama 10 minggu, yang bagi mayoritas interns akan menghasilkan tawaran untuk posisi penuh waktu.

Wawancara
BCG menggunakan metode kasus untuk melakukan wawancara, yang merupakan teknik wawancara yang dirancang untuk mensimulasikan jenis masalah yang melekat dalam konsultasi manajemen dan untuk menguji keterampilan kualitatif dan kuantitatif yang dianggap penting untuk berpikir abstrak dalam lingkungan bisnis. Putaran pertama wawancara terdiri dari dua 45 menit wawancara kasus dengan BCG konsultan. Sukses kandidat dapat diteruskan ke putaran kedua sesuai dengan kantor regional. Putaran kedua terdiri dari tiga 30-45 menit wawancara dengan mitra dari kantor bahwa dalam format yang sama dengan wawancara putaran pertama.

Contoh MAtrikz BCG:

Boston Consulting Group (BCG) mengemukakan matriks pertumbuhan pangsa pasar, yaitu:

Bintang (Star) Tanda Tanya (Asking)
Sapi Kas (Cashcow) Anjing (Dog)

Keterangan dari masing-masing matriks adalah sebagai berikut:

  • Tanda tanya (asking), unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini.
  • Bintang (star), jika usaha di kategori tanda tanya berhasil, maka usaha tersebut akan menjadi kategori bintang. Kategori ini adalah pemimpin pasar yang berada dalam pasar yang tumbuh dengan cepat. Tapi bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan antisipasi para pesaingnya.
  • Sapi perah (cashcow), kategori ini terjadi bilamana pertumbuhan pasar tahunan menurun. Sang bintang bisa saja menjadi sapi perahan jika masih masih memiliki pangsa pasar relatif besar sehingga masih menghasilkan banyak kas. Biasanya perusahaan kategori ini digunakan untuk membiayai jenis usaha untuk kategori lainnya.
  • Anjing (dog), pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan pertumbuhan pasar yang lambat. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba yang rendah atau bahkan mungkin mengalami kerugian.

BCG Indonesia
BCG membuka kantornya di Jakarta pada tahun 1995 setelah beberapa tahun melayani nasabah melalui kantor-kantor lain di wilayah ini. Seperti banyak klien, Jakarta BCG telah berkembang dengan pesat dan membangun tim yang kuat dari konsultan lokal dan asing selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, kantor adalah rumah bagi konsultan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, India, Amerika, Jerman, orang Norwegia, dan Baru Selandia. industri primer yang dilayani oleh BCG Jakarta adalah energi, utilitas, jasa keuangan, barang-barang industri, telekomunikasi, dan kesehatan peduli.

Selama bertahun-tahun, BCG Jakarta telah melakukan strategi dan analisis portofolio untuk konglomerat lokal dan bank, selesai masuk pasar dan mencari akuisisi bagi perusahaan multinasional, dan berkonsultasi dalam restrukturisasi sejumlah perusahaan milik negara. Meskipun ukurannya relatif kecil, BCG Jakarta memiliki basis klien yang beragam terutama yang mencakup perusahaan dalam energi, utilitas, jasa keuangan, barang-barang industri, telekomunikasi, dan industri kesehatan.

The Boston Consulting Group Jakarta
Sampoerna Strategic Square Tower A, 19th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45-46
Jakarta 12930, INDONESIA
Phone: +62 21 3006 2888,Fax: +62 21 3006 2889
http://www.bcgsea.com

MC Kinsey

Dikenal di antara karyawan hanya sebagai “The Firm”, James O. McKinsey & Company didirikan di Chicago pada tahun 1926 oleh James O. (“Mac”) McKinsey. McKinsey adalah seorang profesor di Universitas Chicago yang dipelopori anggaran sebagai alat manajemen. Baru-baru ini, McKinsey telah terdiversifikasi dengan meminta kandidat dari program sarjana di bidang hukum, kedokteran, teknik, ilmu pengetahuan, dan seni liberal dan juga dengan merekrut “karyawan mengalami” dari berbagai latar belakang profesional termasuk militer, hukum dan kedokteran. Hari ini, sekitar setengah dari konsultan McKinsey dengan gelar sarjana tidak MBA. Advanced Degree Profesional ini calon (APDs) mengikuti program pelatihan sebelum memulai karir mereka di McKinsey.

Wawancara
wawancara McKinsey terkenal karena kesulitan mereka dan kekakuan. MBA-tingkat wawancara biasanya berlangsung di kampus dan mengikuti proses babak kedua. Karena musim panas 2007, babak pertama dimulai dengan ujian, 60 menit terdiri dari 26 pertanyaan pilihan ganda pada 3 sampai 4 kasus strategi; intensitas dan tingkat kesulitan berada di luar orang-orang GMAT’s. Contoh pertanyaan tingkat lebih ringan ditemukan di situs web perusahaan.

Putaran pertama biasanya berlanjut dengan dua atau tiga wawancara 45 menit. Setiap wawancara terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, biasanya disebut sebagai bagian “FIT”, dirancang untuk menguji keterampilan diwawancarai dalam 4 bidang utama: Pemecahan Masalah, Pencapaian, Personal Dampak, dan Kepemimpinan. pertanyaan umum selama bagian wawancara ini termasuk: “Ceritakan tentang waktu Anda harus meyakinkan seseorang tentang sesuatu” dan “Ceritakan tentang waktu ketika Anda harus memimpin sebuah tim melalui situasi yang menantang” pewawancara. sering akan mendorong diwawancarai dalam arah tertentu untuk memverifikasi kebenaran, serta mendapatkan pemahaman lebih lanjut ke dalam proses pemikiran yang diwawancarai.

Bagian kedua dari wawancara terdiri dari kasus bisnis formal. Ini bagian dari wawancara ini dirancang untuk menguji keterampilan pemecahan masalah kandidat. Biasanya masalah bisnis, sering menyerupai sebelum kerja yang dilakukan oleh pewawancara, disajikan untuk kandidat. Pewawancara kemudian meminta kandidat serangkaian pertanyaan yang terfokus yang menguji kemampuan matematika dasar, naluri bisnis, dan komunikasi / keterampilan presentasi.

Kandidat yang berhasil di putaran pertama yang akan diminta datang kembali untuk putaran kedua wawancara, biasanya terjadi di kantor McKinsey sebenarnya. Putaran ini biasanya terdiri dari dua atau tiga wawancara, biasanya dilakukan oleh mitra McKinsey, atau anggota senior perusahaan. Wawancara sendiri sebagian besar mirip dengan putaran pertama, meskipun sedikit lebih informal dan tingkat tinggi. Kandidat yang berhasil dalam wawancara putaran kedua mereka yang mengajukan tawaran untuk bergabung dengan perusahaan.

McKinsey & Company Indonesia
Terletak di wilayah keanekaragaman ekonomi, agama, dan budaya yang unik, kita adalah salah satu yang paling cepat berkembang kompleks McKinsey di dunia. Sejak kami mendirikan Jakarta sebagai kantor pertama lokal kami di 1995, kami telah berhasil diatasi masalah bisnis yang beragam bagi perusahaan domestik, regional, dan multinasional: dari mengembangkan perusahaan menjadi regional atau bahkan global “juara” untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang; dari memobilisasi karyawan garis depan untuk membangun kepemimpinan yang kuat. Jelajahi situs ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang siapa kita dan bagaimana kita membantu perusahaan di Asia mencapai tujuan kinerja mereka.

McKinsey & Company Jakarta
Wisma GKBI 40th Floor
Jl. Jend. Sudirman 28
Jakarta 10210 – Indonesia
Voice : 62 (21) 5798 6600
Fax : 62 (21) 574 1540
http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp

Sumber: http://www.google.com

About these ads