Perkembangan teknologi dari pengaruh globalisasi sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang.

Perkembangan teknologi jugalah mempengaruhi sistim informasi pada berbagai perusahaan termasuk dalam bidang jasa maupun dagang.

Teknologi informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam era globalisasi itu (Mulyadi, 1999). Kemunculan teknologi mainframe pada dekade 1960-an telah membawa perubahan mendasar pada proses pengolahan data, yaitu dari proses manual ke proses Bacth (Bacth Processing). Dengan dukungan komputer yang semakin baik, tahun 1970 proses pengolahan data mulai bergerak menjadi sistem on-line data processing (Widiatmoko, 2004; dalam Dinar K,2006). Perkembangan dari sistem informasi itu sendiri perlu didukung dengan banyak faktor yang diharapkan bisa memberikan keberhasilan dari sistem informasi itu sendiri yang dapat dilihat melalui kepuasan dari pemakai sistem informasi.

Teknologi informasi yang dapat diakses dengan mudah memberikan arus informasi yang sangat cepat dan besar. Kemudahan akses informasi ini akan menumbuhkan transparansi dalam masyarakat pekerja tersebut. Perkembangan selanjutnya menunjukkan dunia informasi bukan lagi menjadi tuntutan bagi perusahaan atau organisasi, melainkan sebagai kebutuhan untuk menunjukkan kerja entitas perusahaan atau organisasi tersebut. Dalam lingkup sistem informasi, kebutuhan pengguna terhadap sistem informasi harus dapat dideteksi dengan baik oleh perancang sistem, termasuk dalam departemen Sistem Informasi (SI), agar sistem yang akan diterapkan di dalam suatu organisasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna yang bersangkutan. Pemenuhan kebutuhan pengguna tersebut nantinya akan dapat memberikan kepuasan kepada para pengguna jasa sistem informasi dan memotivasi mereka untuk melakukan pekerjaan mereka secara optimal. Menurut Goodhue (1995) dalam Dinar K (2006), keberhasilan suatu sistem informasi akan bergantung pada kemudahan dan pemanfaatan pemakai sistem terhadap teknologi yang ada dalam sistem karena teknologi akan membantu individu dalam penyelesaian tugasnya.

Salah satu cara agar organisasi atau perusahaan dapat bersaing dengan para kompetitornya adalah dengan menggunakan sistem informasi yang baik, sehingga tidak sedikit organisasi atau perusahaan yang mengeluarkan dana yang begitu besar dalam investasi sistem informasi tersebut. Kesuksesan pengembangan sistem informasi sangat tergantung pada kesesuaian harapan system analyst, pemakai (user), sponsor dan kostumer (Szajna dan Scammel, 1993; dalam Elfreda Aplina, 2003). Demikian juga Bornard dan Hopwood (1995) dalam Elffreda Aplina, 2003) berpendapat bahwa perubahan dari sistem manual ke sistem komputerisasi tidak hanya menyangkut perubahan teknologi, tetapi juga perubahan perilaku dan organisasional. Teknologi informasi sebuah organisasi terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, perangkat telekomunikasi, manajemen basis data, dan teknologi lain yang digunakan untuk menyimpan data dan membuat data tersedia dalam bentuk informasi kepada pembuat keputusan (Daft, 2002; dalam Dinar K, 2006). Teknologi informasi modern dilandasi pada pemahaman bahwa sebagian besar aktivitas organisai melibatkan kelompok manusia dan karyawan organisasi, atau pemasok dan pelanggan. Agar kelompok tersebut bekerja sama, sepakat memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan satu sama lain, mereka harus bisa berbagi informasi karena sistem informasi adalah salah satu data olah yang terintegrasi dan saling melengkapi yang bertujuan untuk menghasilkan suatu informasi. Jadi, banyak perusahaan atau organisasi menggunakan teknologi informasi menawarkan kemampuan kepada orang-orang untuk memanfaatkan komputer mereka dalam rangka menyebarkan informasi (Daft, 2002; dalam Dinar K, 2006). Semakin pentingnya teknologi informasi bagi keberhasilan organisasi secara keseluruhan memperluas peran fungsi Sistem Informasi (SI), selain itu sistem informasi adalah proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi. Fungsi sistem informasi perlu lebih dilibatkan dalam perencanaan strategis perusahaan atau organisasi (Mulyadi, 1999). Kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru dalam mengevaluasi kinerja individu diperlukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa sistem informasi baru yang berbasis komputer dapat digunakan untuk mengendalikan kinerja bawahan.

Menurut Goodhue (1995) dalam Jumaili (2005) menggunakan konstruk hubungan kecocokan tugas teknologi untuk dijadikan sebagai acuan evaluasi pemakai dalam sistem informasi. Konstruk pemakai sendiri merupakan suatu konstruk yang sangat luas dan evaluasi pemakai merupakan suatu evaluasi atau pengukuran tentang sikap dan epercayaan individu terhadap sesuatu, baik barang maupun jasa. Dalam model ini dinyatakan bahwa pemakai akan memberikan nilai evaluasi yang sangat tinggi (positif), tidak hanya dikarenakan oleh karakteristik sistem yang melekat, tetapi lebih kepada sejauh mana sistem tersebut dipercaya dapat memenuhi tugas atau kebutuhan mereka.