KINERJA BUMN PASCA PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (STUDI PADA PT POS INDONESIA BANDAR LAMPUNG)

ABSTRAK

DWI OCTAVIANA

Krisis keuangan yang melanda Asia tahun 1997-1998 meninggalkan berbagai permasalahan di bidang ekonomi karena nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama Dollar Amerika sangat rendah. Banyak perusahaan di Indonesia baik yang bergerak di sektor riil maupun sektor jasa mengalami kebangkrutan dan harus masuk dalam pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Salah satu langkah pemerintah guna mengatasi krisis ekonomi adalah dengan melakukan restrukturisasi BUMN salah satunya melalui penerapan Good Corporate Governanace (GCG). Good Corporate Governance merupakan suatu proses dan struktur yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan usaha, dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan/meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) melalui peningkatan daya saing dan kinerja perusahaan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders.
PT Pos Indonesia Bandar Lampung merupakan salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang menjadi bagian kerja Wilayah Pos III Sumbagsel PT Pos Indonesia (Persero) juga melaksanakan Good Corporate Governance sebagai upaya untuk lebih profesional dalam menjalankan pengelolaan perusahaan dan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu dasar penerapan GCG tersebut adalah Keputusan Direksi PT Pos Indonesia Nomor 81/Dirut/1201 tanggal 27 Desember 2001 tentang Gerakan Moral Pos Indonesia , BTP (Bersih, Transparan dan Profesional).
Untuk mengetahui kinerja PT Pos Indonesia Bandar Lampung pasca penerapan good corporate governance, maka peneliti menggunakan metode pengukuran kinerja Balance Scorecard yaitu mengukuran kinerja yang menjabarkan visi, misi, sasaran dan strategi perusahaan ke dalam empat perspektif, meliputi : perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menujukkan bahwa kinerja PT Pos Indonesia Bandar Lampung dalam kondisi sehat/baik dengan nilai A. Hasil perhitungan kinerja balance scorecard juga didukung sekaligus sejalan dengan pehitungan angket/kuesioner yang diberikan kepada pegawai dan pelanggan.
Saran dari penelitian ini adalah peningkatan kualitas pelayanan PT Pos Indonesia Bandar Lampung sehingga akan menghindari penurunan jumlah pelayanan. Temuan di lapangan menujukkan bahwa pegawai bersikap tidak peduli bahkan tidak mengetahui apa yang menjadi visi dan misi perusahaan, Oleh sebab itu, pimpinan harus mensosialisasikan visi dan misi yang diemban perusahaan dengan baik. Selain itu, PT Pos Indonesia Bandar Lampung harus lebih transparan dan terbuka terhadap informasi yang dibutuhkan pegawai maupun pihak lain demi terwujudnya gerakan bersih, transparan dan professional (BTP) PT Pos Indonesia.