Latest Entries »

MANAJEMEN STRATEGIK

1. SWOT ANALYSIS

A. PENGERTIAN SWOT ANALYSIS

Pengertian SWOT

SWOT merupakan singkatan dariStrenght ( kekuatan ),Wea kn ess ( kelemahan ),

Opportunity ( peluang ), Threat ( ancaman ). Strenght adalah kekuatan yang dimiliki sebuah

perusahaan. Kekuatan yang dimaksud adalah suatu kelebihan yang dimiliki perusahaan dalam mengelola kinerja perusahaannya. Antara lain kekuatan dalam mengolah input (SDA, SDM, modal, dan manajemen ) untuk menghasilkan output yang bernilai tinggi serta dapat bersang di dunia bisnis.

Weakness adalah kelemahan-kelemahan yang dimiliki perusahaan. Dalam hal ini setiap

perusahaan harus mampu meminimalkan dampak kelemahan yang mereka miliki terhadap kinerja perusahaan. Mereka juga harus mampu menindaklanjuti kelemahan yang mereka miliki agar dapat menemukan solusi dan strategi yang jitu untuk menembus pasar.

Opportunity adalah peluang perusahaan untuk meningkatkan daya saing serta untuk

menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pemenuhan kebutuhan berupa produk-produk yang berkualitas di pasaran. Peluang ini juga digunakan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang mereka hasilkan.

Threat adalah ancaman bagi perusahaan baik itu dari luar maupun dari dalam. Ancaman

yang datang dari dalam dapat berupa adanya perpecahan yang timbul akibat suatu perbedaan tujuan dan pandangan antara satu divisi dengan divisi lain atau salah paham antar individu atau kelompok dalam sebuah organisasi perusahaan. Ancaman yang datang dari luar dapat berupa penilaian seputar dimensi makro, faktor-faktor ekonomi ( naik turunnya harga bahan baku, krisis ekonomi ), sosial budaya, pasar, biaya, pesaing, pelanggan, pemerintah, politik dan teknologi.

2.2 Pentingnya SWOT Bagi Sebuah Perusahaan

2.3 Analisis SWOT Perusahaan Sony Ericsson

Sony Ericsson merupakan perusahaan patungan dengan pembagian keuntungan 50:50

antara Sony Corporation dan Ericsson AB yang didirikan bulan Oktober 2001.

Misi perusahaan ini adalah memantapkan Sony Ericsson sebagai merek paling menarik

dan inovatif dalam industri perangkat bergerak.
Visi perusahaan:
a.

Perlakuan adil terhadap tenaga kerja, pelestarian lingkungan yang proaktif dan

keterlibatan langsung dalam komunitas perusahaan

b.

Memadukan etika yang baik ke dalam semua aspek perusahaan, termasuk manajemen SDM, desain produk, persyaratan pemasok dan program penjangkauan komunitas konsumen

// c.

Membantu membangun dunia yang lebih bersih, aman dan mencerdaskan seluruh

aspek social dalam komuniti yang lebih luas dan mendunia

Ada 2 aturan yang dipakai dalam menjalankan perusahaan baik kepada bagian internal

maupun eksternal, yaitu:

Aturan Korporat adalah aturan yang membantu para karyawan membuat

keputusan etis yang diperlukan untuk melakukan tugas pekerjaan mereka

sehari-hari

Aturan tanggung jawab sosial pemasok diterapkan agar para pemasok

menyediakan tempat kerja yang aman bagi karyawan, menghormati hak asasi manusia dan menerapkan standar etika yang sesuai dalam semua urusan bisnis.

2.4 Strategi Sony Ericsson dalam menindak lanjuti hasil analisa SWOT yang dimiliki

2.4.1S t ren g h t ( kekuatan )

Memiliki kebijakan etika yang menjangkau seluruh Sony Ericsson dan para pemasok yang menjamin semua operasi perusahaan dapat dilaksanakan dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial.

Sony Ericsson komit terhadap perbaikan kualitas lingkungan yang

berkesinambungan pada produk dan operasi perusahaan di seluruh dunia.

Berperilaku teladan sosial dan etika serta menjalankan bisnis yang sesuai dengan

semua undang-undang dan peraturan yang berlaku

Sony Ericsson menghormati hak asasi manusia dan perlakuan etis terhadap semua karyawan. Dan sebagai produsen ponsel terkemuka, Sony Ericsson komit terhadap standar keselamatan yang tinggi dalam desain produknya bagi seluruh pengguna produk maupun para pekerja di dalam pabrik.

Tujuan perusahaan ini adalah menyampaikan solusi yang membantu mengurangi

pemakaian dan emisi sumberdaya global terhadap udara, darat dan air.

Kerja lingkungan di Sony Ericsson berlandaskan pada penerapan siklus masa pakai yang mempertimbangkan desain, pembuatan di pabrik, penggunaan produk (operasi) dan penanggulangan Akhir Masa Pakai. Daftar Zat Terlarang & Terbatas pada Sony Ericsson menjamin, bahwa perusahaan bekerja dengan bahan-bahan yang sebaik mungkin dan tidak membahayakan pelanggan.

Sony Ericsson menjadi produsen pertama yang menghapus baterai nickel cadmium pada semua ponsel dan bertekad untuk melanjutkan kerja yang progresif dengan cara menghilangkan zat-zat yang dapat merusak lingkungan dari produk sony ericsson sebatas yang dapat dilakukan secara wajar.

//

Sejumlah zat yang tercantum dan didefinisikan dalam Restriction of the Use of Certain Hazardous Substances Directive (RoHS) [Petunjuk Pembatasan Penggunaan Zat Tertentu Yang Berbahaya], seperti timah, cadmium, merkuri, kromium (VI), PBB dan PBDE serta penghambatan nyala terhalogen dalam panel jalinan kabel kawat cetak/kerangka plastik sudah dihilangkan. Upaya penghilangan saat ini memfokuskan pada penghapusan PVC dan bauran PVC, antimoni dan berilium dari semua produk.

Mendaur ulang berbagai manfaat lingkungan dengan mengalihkan limbah dari penimbunan tanah dan dengan cara memulihkan bahan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali. Pendaur-ulangan yang bertanggung jawab menjamin bahwa semua bahan dikumpulkan dan dibuang dengan cara yang benar. Sony Ericsson berpartisipasi dalam program sukarela dan pengumpulan yang ada sekarang serta pendaur-ulangan yang diharuskan di banyak dengara di seluruh dunia. Kami juga bekerja sama dengan sejumlah organisasi internasional seperti UNEP untuk menyusun panduan pengelolaan produk yang layak untuk pendaur-ulangan dan penggunaan ulang.

Sony Ericsson menggabungkan sistem pengumpulan dan pendaur-ulangan pembuangan produk elektrik dan elektronik yang mematuhi undang-undang nasional yang dihasilkan dari WEEE Directive. Mitra pilihan kami, yaitu European Recycling Platform (ERP) yang telah didirikan oleh Braun GmbH dari Jerman, Electrolux AB dari Swedia, Hewlett Packard Co. dari amerika Serikat dan Sony. ERP menciptakan program pengumpulan dan pendaur-ulangan pan-Eropa yang paling efisien bagi konsumen, lingkungan dan industri.

2.4.2We ak ness ( kelemahan )

2.4.3Opportunity ( peluang )

Sony Ericsson berpendapat bahwa pengembangan yang berkelanjutan merupakan salah satu tantangan terpenting di masa depan. Para pelanggan menuntut produk dan layanan teradaptasi secara lingkungan sehingga perushaan sony ericsson bertekad untuk memenuhi tuntutan itu.

Bagian sumber daya pers Sony Ericsson yang memuat siaran pers terbaru, arsip

siaran pers dan perpustakaan foto dengan gambar ponsel serta aksesorinya

Hal lain yang membuat para pelanggan tetap setia pada produk sony ericsson adalah dibukanya layanan internet untuk menampung segala keluhan para pelanggan. Selain itu, situs web ini menyediakan informasi mengenai kesehatan dan keselamatan dalam ponsel dengan cara connecting kehttp://www.e ricsson.com/health/

Untuk lebih menyakinkan konsumen dalam pemasaran produknya, sony ericsson langsung diperiksa oleh badan internasional yang bertugas untuk menjaga keselamatan konsumen, diantaranya adalah:

// a.The International EMF Project merupakan program WHO untuk

mengindentifikasikan kebutuhan riset dan rekomendasi riset untuk melakukan pengamatan risiko kesehatan dan menunjukkan materi informasi mengenai medan elektromagnet. Alamat web-nya http://www.who.int/peh-emf/project/en/

b.International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) adalah

organisasi ilmiah mandiri yang bertanggung jawab untuk memberikan nasihat

mengenai pemaparan radiasi non-ionisasi. Alamat web-nyahttp://www.icnirp.de

c.Mobile Manufacturers Forum (MMF) adalah asosiasi produsen perlengkapan

komunikasi radio internasional.Alamat web-nya http://www.mmfai.org

2.4.4T h re a t ( ancaman )

SUMBER : PENGANTAR BISNIS ANALISIS SWOT TERHADAP PERUSAHAAN SONY ERICSSON,

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2006

Analisis S.W.O.T


Pengertian dan Tujuan

SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.

Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:

1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.

Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi

Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT

  • SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 – 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.

Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan

  • Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
  • Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .

Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman

  • Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
  • Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.

Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang

  • Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
  • Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.

Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan

  • Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
  • Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
  • Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
  • Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
  • Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
  • Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
  • Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
  • Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.

Catatan:
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada “pendapat” dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada “kenyataan

SUMBER: http://dickyrahardi.blogspot.com/2007/08/analisis-swot.html

2. BCG (Boston Consulting Group) dan Mc Kinsey Matrix GE Matrix

Analisis BCG

BCG (Boston Consulting Group) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang bebasis di Boston, ini merupakan pertumbuhana pangsar pasar yang dikembangkan dan dipopulerkna oleh seorang manajemen konsultan terkemuka.
Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).

The BCG Growth-Share Matrix adalah empat-sel (2 dari 2) matriks digunakan untuk melakukan analisis portofolio bisnis sebagai langkah dalam perencanaan strategis yang didesain secara spesifik untuk mendorong usaha perusahaan multidivisi dalam merumuskan strategi tersebut.

BCG (Boston Consulting Group) dan MCkinsey

BCG (Boston Consulting Group)

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen global, didirikan oleh Bruce Henderson padav tahun 1963. Memiliki 69 kantor di 40 negara, dan CEO sekarang adalah Hans-Paul Biirkner. BCG umumnya digolongkan sebagai salah satu pengurus “paling bergengsi” konsultan perusahaan dalam industri itu.

Pertumbuhan BCG Matrix Berbagi

The BCG Growth-Share Matrix adalah sebuah perencanaan portofolio model yang dikembangkan oleh Bruce Henderson dari Boston Consulting Group pada tahun 1970 awal. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa unit bisnis perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan kombinasi dari pertumbuhan pasar dan pangsa pasar relatif terhadap pesaing terbesar, maka nama “pertumbuhan-berbagi”. Pasar pertumbuhan berfungsi sebagai proxy untuk daya tarik industri, dan pangsa pasar relatif berfungsi sebagai proxy untuk keunggulan kompetitif. Pertumbuhan-saham matriks sehingga peta posisi unit bisnis dalam dua faktor penentu penting dari profitabilitas.

BCG Growth-Share Matrix BCG Growth-Share Matrix

Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa peningkatan pangsa pasar relatif akan menghasilkan peningkatan generasi kas. Asumsi ini sering benar karena kurva pengalaman , pangsa pasar relatif meningkat menunjukkan bahwa perusahaan bergerak maju pada kurva pengalaman relatif terhadap pesaingnya, dengan demikian mengembangkan keunggulan biaya. Asumsi kedua adalah bahwa pasar yang berkembang membutuhkan investasi dalam aktiva untuk meningkatkan kapasitas dan demikian hasil dalam konsumsi kas. Dengan demikian posisi bisnis pada saham-pertumbuhan matriks memberikan indikasi generasi kas dan konsumsi kas.

Henderson beralasan bahwa uang yang diperlukan oleh bisnis unit yang berkembang pesat dapat diperoleh dari unit lain perusahaan bisnis yang pada tahap lebih dewasa dan menghasilkan kas yang signifikan. Dengan investasi untuk menjadi pemimpin pangsa pasar di pasar yang berkembang pesat, unit bisnis bisa bergerak sepanjang kurva pengalaman dan mengembangkan keunggulan biaya. Dari alasan ini, BCG Growth-Share Matrix lahir.
Empat kategori tersebut adalah:

  • Anjing – Anjing memiliki pangsa pasar rendah dan tingkat pertumbuhan yang rendah dan dengan demikian tidak menghasilkan atau mengkonsumsi sejumlah besar uang tunai. Namun, anjing adalah kas perangkap karena uang diikat dalam bisnis yang kurang potensial. usaha tersebut adalah kandidat untuk divestasi.
  • tanda Pertanyaan – Pertanyaan tanda tumbuh pesat dan dengan demikian mengonsumsi sejumlah besar uang, tetapi karena mereka memiliki saham pasar yang rendah mereka tidak menghasilkan uang banyak. Sebuah tanda tanya (juga dikenal sebagai anak bermasalah “”) memiliki potensi untuk mendapatkan pangsa pasar dan menjadi bintang, dan akhirnya sapi kas ketika pertumbuhan pasar melambat. Jika tanda tanya tidak berhasil menjadi pemimpin pasar, mungkin tahun kemudian setelah konsumsi tunai itu akan berubah menjadi seekor anjing ketika pertumbuhan pasar menurun. Pertanyaan tanda harus dianalisa dengan hati-hati untuk menentukan apakah mereka patut investasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan pangsa pasar.
  • Bintang – Bintang menghasilkan uang dalam jumlah besar karena pangsa pasar yang kuat relatif mereka, tetapi juga mengkonsumsi uang dalam jumlah besar karena laju pertumbuhan yang tinggi sehingga tunai di setiap arah sekitar jala keluar. Jika bintang dapat mempertahankan pangsa pasar yang besar, ia akan menjadi sapi kas ketika penurunan tingkat pertumbuhan pasar. Portofolio perusahaan yang terdiversifikasi harus selalu memiliki bintang-bintang yang akan menjadi sapi perah generasi berikutnya dan memastikan kas masa depan.
  • Kas sapi – Sebagai pemimpin di pasar yang matang, sapi kas menunjukkan laba atas aset yang lebih besar daripada tingkat pertumbuhan pasar, dan dengan demikian menghasilkan uang lebih dari mereka mengkonsumsi. unit usaha tersebut harus “diperah”, penggalian keuntungan dan investasi sebagai kas sesedikit mungkin.sapi Kas memberikan uang tunai yang diperlukan untuk mengubah tanda tanya menjadi pemimpin pasar, untuk menutupi biaya administrasi perusahaan, untuk mendanai penelitian dan pengembangan, untuk layanan utang perusahaan, dan untuk membayar dividen kepada pemegang saham. Karena sapi kas menghasilkan arus kas yang relatif stabil, nilainya dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang memadai dengan menghitung nilai sekarang dari aliran kas dengan menggunakan analisis discounted cash flow.

Berdasarkan model matriks pertumbuhan-saham, sebagai suatu industri dewasa dan penurunan laju pertumbuhan, sebuah unit usaha akan menjadi baik sapi tunai atau anjing, ditentukan oleh apakah ia telah menjadi pemimpin pasar selama periode pertumbuhan yang tinggi.

Meskipun awalnya dikembangkan sebagai model untuk alokasi sumber daya di antara berbagai unit bisnis di korporasi, pertumbuhan-saham matriks juga dapat digunakan untuk alokasi sumber daya antara produk-produk dalam suatu unit bisnis tunggal.kesederhanaan adalah kekuatan – posisi relatif dari seluruh portofolio bisnis perusahaan dapat ditampilkan dalam satu diagram.

Keterbatasan

Pertumbuhan-saham matriks dulu digunakan secara luas, tetapi sejak memudar dari popularitasnya sebagai model yang lebih komprehensif telah dikembangkan. Beberapa kelemahan adalah:

  • tingkat pertumbuhan pasar hanya merupakan salah satu faktor dalam daya tarik industri, dan pangsa pasar relatif hanya satu faktor dalam keunggulan kompetitif. Pertumbuhan-saham matriks mengabaikan faktor lain di kedua faktor penentu penting dari profitabilitas.
  • Kerangka kerja ini mengasumsikan bahwa setiap unit bisnis independen dari yang lain. Dalam beberapa kasus, sebuah unit bisnis yang merupakan anjing dapat membantu unit usaha lain mendapatkan keuntungan kompetitif.
  • Matriks sangat bergantung pada luasnya definisi pasar. Sebuah unit usaha dapat mendominasi ceruk kecil, tetapi memiliki pangsa pasar yang sangat rendah dalam industri secara keseluruhan.Dalam kasus seperti itu, definisi pasar dapat membuat perbedaan antara anjing dan sapi kas.

Sementara pentingnya telah berkurang, matriks BCG masih bisa digunakan sebagai alat sederhana untuk melihat portofolio bisnis korporasi sekilas, dan bisa berfungsi sebagai titik awal untuk membahas alokasi sumber daya antara unit-unit bisnis strategis.

Matrix GE atau McKinsey Matrix adalah alat strategis untuk analisis portofolio.Hal ini mirip dengan Matrix BCG dan benar-benar GE / McKinsey Matrix adalah perluasan dari Matrix BCG – multifaktor alat analisis portofolio. Alat ini membandingkan bisnis yang berbeda pada “Kekuatan Bisnis” dan “Pasar Daya Tarik” variabel, ditambah ukuran gelembung merupakan ukuran pasar bukan bisnis penjualan yang digunakan dalam BCG Matrix, dan pangsa pasar atau bisnis penjualan vs ukuran pasar direpresentasikan sebagai pie chart di dalam gelembung. Hal ini memungkinkan pengguna bisnis untuk membandingkan kekuatan bisnis, daya tarik pasar, ukuran pasar, dan pangsa pasar untuk berbagai unit bisnis strategis (SBU) atau penawaran produk yang berbeda.

Analisis portofolio alat strategis telah awalnya dikembangkan oleh GE dan McKinsey.

GE Matrix Posisi dan Strategi

GE / McKinsey Matrix dibagi menjadi sembilan sel – sembilan alternatif untuk penentuan posisi dari setiap SBU atau menawarkan produk. Berdasarkan kekuatan bisnis dan daya tarik pasar setiap SBU akan memiliki posisi yang berbeda dalam matriks. Selanjutnya, ukuran pasar dan penjualan saat ini akan membedakan setiap SBU.Berdasarkan pemahaman yang jelas dari semua faktor-faktor pengambil keputusan yang mampu mengembangkan strategi yang efektif.

Sembilan sel dalam matriks dapat dikelompokkan menjadi tiga segmen utama:

Segmen 1: Ini adalah segmen terbaik. bisnis kuat dan pasar menarik. Perusahaan harus mengalokasikan sumber daya dalam bisnis ini dan memfokuskan pada pertumbuhan bisnis dan meningkatkan pangsa pasar.

Segmen 2: usaha ini baik yang kuat, tetapi pasar tidak menarik atau pasar yang kuat dan bisnis tidak cukup kuat untuk mengejar peluang potensial. Para pembuat keputusan harus membuat keputusan tentang bagaimana untuk menangani lebih lanjut dengan SBU ini. Beberapa dari mereka mungkin mengkonsumsi banyak sumber daya dan tidak menjanjikan sedangkan yang lain mungkin membutuhkan sumber daya tambahan dan strategi yang lebih baik untuk pertumbuhan.

Segmen 3: Ini adalah segmen terburuk. Bisnis di segmen ini adalah lemah dan pasar tidak menarik. Para pembuat keputusan harus mempertimbangkan baik reposisi SBU ini ke segmen pasar yang berbeda, mengembangkan menawarkan biaya-efektif yang lebih baik, atau menyingkirkan SBU ini dan menginvestasikan sumber daya ke dalam menjanjikan dan menarik lebih SBU.
Sumber :
http://www.netmba.com
http://www.mrdashboard.com

BCG (Boston Consulting Group)

Boston Consulting Group (BCG) adalah konsultan manajemen perusahaan bergengsi yang didirikan pada tahun 1963oleh Bruce Henderson, seorang alumnus Harvard Business School. BCG biasanya mempekerjakan untuk Associate atau posisi Konsultan. BCG merekrut MBA lulusan untuk bergabung sebagai Konsultan dari sekolah atas dunia bisnis, dan memfokuskan sebagian besar upaya merekrut mereka ke sekolah seperti Harvard Business School, Wharton School, Stanford Graduate School of Business, INSEAD, Darden, Dartmouth College, Kellogg Sekolah Manajemen, Sloan MIT, University of Chicago, Haas School of Business, Duke University, dan Columbia. Di samping itu, upaya meningkatkan adalah tempat pengangkatan pemegang maju bisnis non-gelar. Lulusan memegang gelar dalam bidang seperti teknik, ilmu pengetahuan, dan seni liberal menerima pelatihan dalam fundamental bisnis dan kemudian biasanya bergabung dengan perusahaan sebagai Konsultan. Ada juga kesempatan untuk bergabung sebagai Associate atau Konsultan Summer Summer (magang) posisi selama 10 minggu, yang bagi mayoritas interns akan menghasilkan tawaran untuk posisi penuh waktu.

Wawancara
BCG menggunakan metode kasus untuk melakukan wawancara, yang merupakan teknik wawancara yang dirancang untuk mensimulasikan jenis masalah yang melekat dalam konsultasi manajemen dan untuk menguji keterampilan kualitatif dan kuantitatif yang dianggap penting untuk berpikir abstrak dalam lingkungan bisnis. Putaran pertama wawancara terdiri dari dua 45 menit wawancara kasus dengan BCG konsultan. Sukses kandidat dapat diteruskan ke putaran kedua sesuai dengan kantor regional. Putaran kedua terdiri dari tiga 30-45 menit wawancara dengan mitra dari kantor bahwa dalam format yang sama dengan wawancara putaran pertama.

Contoh MAtrikz BCG:

Boston Consulting Group (BCG) mengemukakan matriks pertumbuhan pangsa pasar, yaitu:

Bintang (Star) Tanda Tanya (Asking)
Sapi Kas (Cashcow) Anjing (Dog)

Keterangan dari masing-masing matriks adalah sebagai berikut:

  • Tanda tanya (asking), unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini.
  • Bintang (star), jika usaha di kategori tanda tanya berhasil, maka usaha tersebut akan menjadi kategori bintang. Kategori ini adalah pemimpin pasar yang berada dalam pasar yang tumbuh dengan cepat. Tapi bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan antisipasi para pesaingnya.
  • Sapi perah (cashcow), kategori ini terjadi bilamana pertumbuhan pasar tahunan menurun. Sang bintang bisa saja menjadi sapi perahan jika masih masih memiliki pangsa pasar relatif besar sehingga masih menghasilkan banyak kas. Biasanya perusahaan kategori ini digunakan untuk membiayai jenis usaha untuk kategori lainnya.
  • Anjing (dog), pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan pertumbuhan pasar yang lambat. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba yang rendah atau bahkan mungkin mengalami kerugian.

BCG Indonesia
BCG membuka kantornya di Jakarta pada tahun 1995 setelah beberapa tahun melayani nasabah melalui kantor-kantor lain di wilayah ini. Seperti banyak klien, Jakarta BCG telah berkembang dengan pesat dan membangun tim yang kuat dari konsultan lokal dan asing selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, kantor adalah rumah bagi konsultan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, India, Amerika, Jerman, orang Norwegia, dan Baru Selandia. industri primer yang dilayani oleh BCG Jakarta adalah energi, utilitas, jasa keuangan, barang-barang industri, telekomunikasi, dan kesehatan peduli.

Selama bertahun-tahun, BCG Jakarta telah melakukan strategi dan analisis portofolio untuk konglomerat lokal dan bank, selesai masuk pasar dan mencari akuisisi bagi perusahaan multinasional, dan berkonsultasi dalam restrukturisasi sejumlah perusahaan milik negara. Meskipun ukurannya relatif kecil, BCG Jakarta memiliki basis klien yang beragam terutama yang mencakup perusahaan dalam energi, utilitas, jasa keuangan, barang-barang industri, telekomunikasi, dan industri kesehatan.

The Boston Consulting Group Jakarta
Sampoerna Strategic Square Tower A, 19th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45-46
Jakarta 12930, INDONESIA
Phone: +62 21 3006 2888,Fax: +62 21 3006 2889
http://www.bcgsea.com

MC Kinsey

Dikenal di antara karyawan hanya sebagai “The Firm”, James O. McKinsey & Company didirikan di Chicago pada tahun 1926 oleh James O. (“Mac”) McKinsey. McKinsey adalah seorang profesor di Universitas Chicago yang dipelopori anggaran sebagai alat manajemen. Baru-baru ini, McKinsey telah terdiversifikasi dengan meminta kandidat dari program sarjana di bidang hukum, kedokteran, teknik, ilmu pengetahuan, dan seni liberal dan juga dengan merekrut “karyawan mengalami” dari berbagai latar belakang profesional termasuk militer, hukum dan kedokteran. Hari ini, sekitar setengah dari konsultan McKinsey dengan gelar sarjana tidak MBA. Advanced Degree Profesional ini calon (APDs) mengikuti program pelatihan sebelum memulai karir mereka di McKinsey.

Wawancara
wawancara McKinsey terkenal karena kesulitan mereka dan kekakuan. MBA-tingkat wawancara biasanya berlangsung di kampus dan mengikuti proses babak kedua. Karena musim panas 2007, babak pertama dimulai dengan ujian, 60 menit terdiri dari 26 pertanyaan pilihan ganda pada 3 sampai 4 kasus strategi; intensitas dan tingkat kesulitan berada di luar orang-orang GMAT’s. Contoh pertanyaan tingkat lebih ringan ditemukan di situs web perusahaan.

Putaran pertama biasanya berlanjut dengan dua atau tiga wawancara 45 menit. Setiap wawancara terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, biasanya disebut sebagai bagian “FIT”, dirancang untuk menguji keterampilan diwawancarai dalam 4 bidang utama: Pemecahan Masalah, Pencapaian, Personal Dampak, dan Kepemimpinan. pertanyaan umum selama bagian wawancara ini termasuk: “Ceritakan tentang waktu Anda harus meyakinkan seseorang tentang sesuatu” dan “Ceritakan tentang waktu ketika Anda harus memimpin sebuah tim melalui situasi yang menantang” pewawancara. sering akan mendorong diwawancarai dalam arah tertentu untuk memverifikasi kebenaran, serta mendapatkan pemahaman lebih lanjut ke dalam proses pemikiran yang diwawancarai.

Bagian kedua dari wawancara terdiri dari kasus bisnis formal. Ini bagian dari wawancara ini dirancang untuk menguji keterampilan pemecahan masalah kandidat. Biasanya masalah bisnis, sering menyerupai sebelum kerja yang dilakukan oleh pewawancara, disajikan untuk kandidat. Pewawancara kemudian meminta kandidat serangkaian pertanyaan yang terfokus yang menguji kemampuan matematika dasar, naluri bisnis, dan komunikasi / keterampilan presentasi.

Kandidat yang berhasil di putaran pertama yang akan diminta datang kembali untuk putaran kedua wawancara, biasanya terjadi di kantor McKinsey sebenarnya. Putaran ini biasanya terdiri dari dua atau tiga wawancara, biasanya dilakukan oleh mitra McKinsey, atau anggota senior perusahaan. Wawancara sendiri sebagian besar mirip dengan putaran pertama, meskipun sedikit lebih informal dan tingkat tinggi. Kandidat yang berhasil dalam wawancara putaran kedua mereka yang mengajukan tawaran untuk bergabung dengan perusahaan.

McKinsey & Company Indonesia
Terletak di wilayah keanekaragaman ekonomi, agama, dan budaya yang unik, kita adalah salah satu yang paling cepat berkembang kompleks McKinsey di dunia. Sejak kami mendirikan Jakarta sebagai kantor pertama lokal kami di 1995, kami telah berhasil diatasi masalah bisnis yang beragam bagi perusahaan domestik, regional, dan multinasional: dari mengembangkan perusahaan menjadi regional atau bahkan global “juara” untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang; dari memobilisasi karyawan garis depan untuk membangun kepemimpinan yang kuat. Jelajahi situs ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang siapa kita dan bagaimana kita membantu perusahaan di Asia mencapai tujuan kinerja mereka.

McKinsey & Company Jakarta
Wisma GKBI 40th Floor
Jl. Jend. Sudirman 28
Jakarta 10210 – Indonesia
Voice : 62 (21) 5798 6600
Fax : 62 (21) 574 1540
http://www.mckinsey.com/locations/southeastasia/index.asp

Sumber: http://www.google.com

CERPEN

Pada awalnya aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku. Begitu banyak pertanyaan yang aku sendiri pun tidak dapat menjawabnya. Aku adalah seorang wanita yang hidupnya ya bisa dibilang selalu ceria dan selalu penuh dengan senyuman dibibirnya. Sebut saja aku TB. Awalnya semua baik-baik saja dan tidak berfikir akan menjadi seperti ini bahkan bermimpi pun tidak karena aku tidak berani untuk memulai sesuatu yang pada akhirnya ga bisa aku selesaikan. Sahabat ku, dia sahabat terbaik yang aku punya. Dia selalu ada untukku dengan apapun keadaan ku entah senang sedih bahagia kecewa tapi dia selalu setia menemani ku selalu siap menjaga ku. Dia sangat memperhatikan segalanya dari diriku tidak pernah ada yang terlewat sedikitpun dari pengawasannya. Sejak dulu dia memang sayang diriku bahkan sangat sayang tapi dulu kukira itu semua bentuk rasa sayang dia karena dia menganggapku sebagai seorang adik yang memerlukan kasih sayang dari seorang kakak.  Segala bentuk perhatiannya kuanggap sebagai rasa sayang dia terhadap adiknya sendiri karena dia memang tidak mempunyai adik. Sudah hampir 8 tahun ini kebersamaan di antara kami tetap terjalin erat dan aku sudah benar-benar menganggap dia sebagai kakakku tapi entah mengapa setahun belakangan ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari dirinya, ya rasa sayang dan perhatiannya terhadap ku. Dan pada saatnya aku mengalami depresi karna tak mampu lagi untuk menyimpan semuanya sendiri, karna mungkin semuanya tidak dapat kusimpan apa yang aku rasa.

View full article »

Perusahaan adalah suatu organisasi yang terorganisir/tersusun sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan yang diemban.

Perusahaan dibentuk karena adanya visi dan misi untuk mencapai suatu kesuksesan dan keuntungan.

Dan untuk mencapai kesuksesan dan keuntungan salah satu cara adalah dengan membuat renstra atau rencana strategi. Karena renstra ini sangat diperlukan maka pengelola perusahaan harus lebih dulu mengetahui tujuan dari apa yang akan dilakukan baru setelah itu dibuat rencana strategi yang dapat mendukung jalannya perusahaan sehingga dapat berkembang dan menjadi maju.

Jadi, jika ditanya perlu tidakkah rencana strategi untuk sebuah perusahaan??

maka jawabannya adalah YA. Karena itu salah pendukung bagi sebuah perusahaan.

riset kewirausahaan

PENDAHULUAN

Pada saat ini, perekonomian di Indonesia sangat kurang stabil. Seluruh industri saling bersaing dalam mempertahankan kinerja dan pelaksanaan produksinya masing-masing industri. Mengingat bahawa ekonomi global sedang bergejolak akibat krisis yang menimpa bangsa barat khususnya yang terbesar adalah krisis amerika serikat yang banyak mempengaruhi perekonomian seluruh negara di dunia dan Indonesia merasakan imabasnya. Hanya industry yang sudah matang , yang mampu bertahan operasionalnya.

Di Indonesia, saat ini banyak berkembang banyak usaha kecil menengah yang mampu melewati krisi gelobal ini dikarenakan usaha kecil menengah itu tidak banyak bergantung dengan factor produksi yang mengelami krisis diantaranya nilai kurs dan harga minyak. Bahkan ada yang menggunakan keadaan krisis ini untuk medapatkan laba yang lebih besar. Salah satunya adalah usaha agen gas elpiji yang sangat tergantung pada pasokan gas dari perusahaan milik Negara (PERTAMINA). Gas elpiji sangatlah penting bagi kelangsungan hidup masyarakat di Indonesia dikarenakan kebutuhan elpiji merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang digunakan untuk memasak dan menghasilkan pangan bagi masayarakat setelah penggunaan minyak tanah akan dihapuskan.

Dengan melihat opportunity (peluang) usaha yang dapat dijalankan dengan menjual gas elpiji (agen LPG), maka kami berencana untuk melakukan dan menjalankan penjualan gas elpiji. Dengan banyaknya kebutuhan gas elpiji akibat kebijakan pemerintah mengkorversi penggunaan minyak tanah ke gas elpiji, maka banyak masyarakat membutuhkan gas elpiji. Maka dari itu, kelompok kami akan menjalankan wirausaha sebagai Agen Gas LPG “ Lancar Rezeki”.

View full article »

Pengertian visi..menurut saya pengertian visi adalah pemikiran atau rencana – rencana yang kita rancang atau kita buat untuk rencana kedepannya. Misalnya, saya lulus kuliah dan menjadi sarjana tahun 2010.

Sedangkan pengertian misi adalah cara kita untuk mencapai visi tersebut atau rencana – rencana yang telah kita buat. Misalnya, saya ingin lulus kuliah dan menjadi sarjana tahun 2010 jadi saya harus belajar dan berusaha keras untuk bisa menjadi sarjana tahun 2010.

Contoh visi dan misi PT Pertamina

Visi

Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia

Misi

Menjalankan usaha inti minyak, gas, dan bahan bakar nabati secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilaksana oleh pemerintah dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan dan belanja negara; artinya pemerintah dapat meningkatkan atau menurun pendapatan negara atau belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.

KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah utang yang beredar atau mengubah permintaan akan uang.

KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA

Di dalam analisis makroekonomi dianggap suatu perekonomian berusaha untuk mencapai tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi ( dan kalau mungkin mencapai penggunaan tenaga kerja ) tanpa inflasi.  Di dalam perekonomi terbuk tujuan itu berarti bahwa usaha untuk mencapai tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi tersebut harus diikuti oleh keadaan neraca pembayaran yang menguntungkan. Neraca pembayaran yang mengalami defisit, pertama,  memperngaruhi kestabilan harga – harga; dan kedua, menimbulkan pelarian modal dan mengurangi investasi, yang pada akhirnya akan menimbulkan kemunduran dalam kegiatan ekonomi negara. Dengan demikian, di sektor luar negeri kebijakan pemerintah haruslah ditekankankepada menciptakan keseimbangandalam neraca pembayaran yang pada waktu yang sama akan mewujudkan pula tingkat kegiatan ekonomi yang tinggi.

View full article »

PROSES MANAJEMEN PEMASARAN

  1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM PEMASARAN

Menejer pemasaran sering menghadapi masalah kurangnya informasi untuk mengambil sebuah keputusan sehingga harus menerapkan proses penyelesaian masalah yang sistematis. Keputusan secara sistematis diambil oleh menejer pemasaran akan selalu berada dalam suatu lingkungan yang kompleks dan penuh dengan ketidak pastian terutama menyangkut masalah penetapan harga, produk, distribusi, dan promosi. Semua itu tidak terlepas dari pengaruh faktor – faktor ekstern seperti, demografi, kondisi perekonomian, kebudayaan, persaingan, dan sebagainya. Keputusan yang rasional menghendaki adanya proses keputusan yang selaras dan logis.

Metode tradisional dapat membantu sebagai pendekatannya, yang terdiri dari :

  1. Harus mengetahui dulu masalahnya dan mendefinisikan masalah tersebut

juga mampu untuk mengindentifikasi masalah dan kesempatan lebih awal. Informasi untuk mengambil keputusan dapat dikumpulkan dengan memonitori para pembeli.

  1. Merumuskan berbagai alternatif penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi.
  2. Dengan adanya suatu alternatif maka dapat dianalisa dan dinilai, jika ada kekurangan data maka menejer harus membuat anggapan – anggapan atau pendapat lain dan diadakan penyesuaian dan perubahan seperlunya untuk mengambil keputusan yang disertai dengan pernyataan untuk menentukan kebaikan dan keburukannya.
  3. Mengusulkan suatu penyelesaian dan menyarankan suatu rencana tindakan, meskipun kenyataannya kesempatan resiko yang dihadapi sama, tetapi kesimpulan yang diambil dapat berbeda – beda di antara para menejer. Rencana tindakan mungkin dapat menemukan beberapa factor penting yang belum dimasukkan kedalam analisa. Menejer dapat menetapkan berbagai alternative dan memberikan perkiraan tentang ketidak pastian, dan mengkuantitatifkan berbagai macam konsekuensi tindakan.
  1. PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG EFEKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MARKETING MIX

Pengambilan keputusan hampir selalu berkaitan dengan variable – variable marketing mix. Yang utama dari marketing mix adalah pasar, karena pasar merupakan pusat perhatian untuk semua keputusan yang menyangkut marketing mix maka pasar dipakai sebagai dasar untuk menentukan macam produk, alternatif harga, promosi dan distribusi dan dapat dikatakan bahwa produk dapat memberikan akibat penting terhadap keputusan. Juga efektivitas keputusan – keputusan marketing mix, dibandingkan dengan perusahaan saingan, dapat meningkatkan volume penjualan. Karena, pada umumnya semakin besar usaha – usaha yang dikeluarkan dalam marketing mix, akan semakin besar pula penjualannya.

Efektivitas marketing mix dapat dipakai sebagai syarat penting untuk menguasai pasar. Tapi pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk marketing mixnya bukanlah satu syarat mutlak yang harus dipertimbangkan untuk menghasilkan volume penjualan, tetapi faktor efektivitas pengeluaran yang menyangkut seberapa jauh efektivitas pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan terhadap volume penjualannya. Jadi perusahaan yang memiliki tingkat efektivitas lebih tinggi akan mendapatkan hasil volume penjualan total dalam persentase lebih besar, maka manajemen harus berusaha memanfaatkan sumber produknya seefektif mungkin disamping tingkat pengeluarannya.

Biasanya marketing mix yang dipakai untuk barang konsumsi berbeda dengan marketing mix yang dipakai untuk industri. Demikian juga marketing mix untuk jasa juga sangat berbeda dengan marketing mix untuk barang. Kegiatan promosi misalnya, sedangkan barang industri lebih menekan pada personal selling daripada barang konsumsi, sedangkan barang konsumsi lebih banyak menitikberatkan pada perkiraan.

  1. MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk mengambil keputusan secara efektif tentang produk. Faktor tersebut adalah :

  1. Analisa pasar, memberikan kemungkinan pada menejer untuk mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan para pembeli. Juga dapat menunjukkan sampai seberapa jauh penawaran yang ada bisa memberikan kepuasan pada mereka. Jadi analisa pasar membuka kesempatan untuk memperkenalkan produk baru yang menguntungkan ataupun untuk mengubah, memperbaikki, dan melengkapi produk yang ada.
  2. Memonitor Lingkungan, perusahaan harus berusaha memanfaatkan secara penuh kesempatan yang ada dengan sumber – sumber yang terbatas dan dipengaruhi oleh faktor – faktor lingkungan ekstern, seperti : demografi, kondisi perekonomian, sosial dan kebudayaan, politik dan hukum, teknologi dan persaingan.
  3. Menentukan tujuan produk, tujuan produk dikaitkan dengan masalah pengembangan investasi, laba dan market share atau volume penjualan.
  4. Menentukan Marketing Mix, manajemen dihadapkan pada tiga masalah yang harus dipertimbangkan, yaitu :

–                     variabel – variabel marketing mix manakah yang harus         dikembangkan untuk setiap produk yang ditawarkan ?

–                     dari variabel marketing mix yang dipilih, macam variabel manakah yang tepat untuk diambil ?

–                     pertimbangan yang ketiga adalah mengembangkan usaha pemasaran keseluruhan untuk produk tersebut ?

  1. Penerapan keputusan – keputusan marketing mix, keputusan ini dapat dilaksanakan dengan menentukan :

–                     tugas apa yang harus dilaksanakan ?

–                     siapakah yang melaksanakan tugas tersebut ?

–                     mengapa tugas tersebut dilaksanakan ?

–                     bagaimana tugas tersebut dilaksanakan ?

–                     kapan tugas tersebut dilaksanakan ?

–                     dimana tugas tersebut dilaksanakan ?

  1. Mengadakan prosedur pengawasan, ada lima tahap system pengawasan, yaitu :

–                     memilih krietria pengawasan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan produk tertentu

–                     pengukuran kriteria, harus dapat diukur dalam berbagai macam situasi secara rasional

–                     penentuan standard kerja dan jangka waktu pencapaiannya, missal ditentukan standard kerja untuk produk X market sharenya 20 % untuk bulan Januari

–                     memonitor kejadian, apakah standard yang telah ditentukan dapat dicapai. Cara yang dapat dipakai dengan observasi langsung atau menganalisa data konsumen

–                     membandingkan hasil dengan standard, kalau hasil yang dicapai telah memenuhi standardnya, berarti baik. Tetapi jika hasil yang dicapai tidak memenuhi standard, maka perlu dianalisa lebih lanjut mengapa tujuan tersebut tidak tercapai, mungkin disebabkan karena penetapan standardnya keliru. Oleh karena itu perlu dianalisa kembali dari awal.

  1. TUGAS – TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN

Tugas manajer adalah sebagai berikut :

–                     bagaimana proses manajemen dijalankan untuk mengubah sumber – sumber ekonomi menjadi produk yang dapat memenuhi kebutuhan manusia dan kebutuhan pasar

–                     mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen

–                     menguji berlakunya konsep produk

–                     membuat design produk

–                     mengembangkan pembukuan dan merk

–                     menetapkan harga

–                     mengatur distribusi

–                     menciptakan komunikasi pemasaran

–                     memeriksa penjualan

–                     memperhatikan kepuasan konsumen

–                     memperbaiki dan mengembangkan rencana pemasaran

Tugas – tugas manajer pemasaran disebut juga sebagai proses pemasaran strategis. Proses strategis adalah suatu proses manajemen yang menganalisa kesempatan pasar dan memilih posisi, program dan mengendalikan pemasaran yang menciptakan dan mendukung bisnis – bisnis yang aktif untuk mencapai tujuan serta sasaran perusahaan, yaitu :

  1. analisa kesempatan pasar
  2. perencanaan :

– tujuan perusahaan

– strategi pemasaran

– rencana pemasaran

  1. pengawasan :

– pelaksanaan kegiatan pemasaran

– pengukuran kriteria

Selain tugas – tugas tersebut, manajer pemasaran juga harus mengadakan penyesuaian terhadap permintaan pasarnya. Ini dilakukan agar dapat membantu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya. Adapun macam – macam keadaan permintaan, tugas pemasaran dan nama resminya adalah sbb :

  1. Permintaan Negatif (negatif demand)

Adalah keadaan sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk atau jasa yang ditawarkan, bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya. Tugas Pemasarannya adalah positif permintaan dan nama resminya adalah conversional marketing.

  1. Tidak ada permintaan (no demand)

Berarti orang tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa. Penawaran yang ada dalam keadaan tidak ada permintaan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :

–                     barangnya sudah dikenal tetapi dianggap tidak mempunyai nilai, misal barang – barang bekas

–                     barangnya sudah dikenal dan dianggap bernilai, tetapi tidak mempunyai nilai untuk pasar tertentu, missal penawaran perahu di daerah pegunungan

–                     barangnya baru ditemukan dan menghadapi keadaan tidak ada permintaan Karena pasarnya tidak mengetahui tentang adanya barang – barang tersebut, missal barang – barang perhiasan

Tugas manajer pemasaran pada keadaan permintaan ini adalah menciptakan permintaan atau “stimulation marketing” adalah sebagai berikut :

–                     mencoba menghubungkan produk atau jasa dengan kebutuhan yang ada di pasar. Misal, barang bekas dapat dibuat barang seni

–                     mencoba mengubah lingkungan sedemikian rupa agar barang – barang yang ditawarkan menjadi bernilai, misal membuat danau rekreasi untuk menciptakan permintaan terhadap perahu

–                     menyebar informasi tentang suatu barang yang baru ditemukan kepasar agar diketahui bahwa barang tersebut ada dan orang tertarik untuk membeli

  1. c.          Permintaan terpendam (latent demand)

Adalah jika sebagian besar orang – orang mempunyai kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang tidak ada dalam bentuk barang atau jasa yang nyata. Dalam keadaan permintaan seperti ini maka manajer pemasaran mempunyai tugas untuk mengembangkan permintaan atau disebut “development marketing’

  1. Permintaan menurun (falling demand)

Adalah suatu keadaan di mana permintaan untuk suatu produk atau jasa semakin berkurang dari tingkat sebelumnya, dan diperkirakan akan menurun terus dan jika tidak memperbaiki pasar yang dituju atau usaha – usaha pemasaran. Tugas pemasarannya adalah “remarketing”

  1. Permintaan tidak teratur (irregular demand)

Perusahaan dapat mengalami masa – masa penuh dan masa – masa sepi atau permintaan tidak teratur, yaitu suatu keadaan dimana pola pemintaan pada saat  – saat tertentu dipengaruhi oleh fluktuasi musim atau hal –hal lain. Tugas manajemen marketing adalah menyelaraskan permintaan atau “syncromarketing”, yaitu dengan menyesuaikan permintaan dan penawaran dengan mengubah pola permintaan misal dengan memberikan harga yang murah pada masa – masa sepi atau mengenakan harga yang tinggi pada masa – masa ramai

  1. Permintaan penuh (full demand)

Adalah suatu keadaan di mana tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yang diharapkan. Permintaan pasar dipengaruhi oleh kekuatan – kekuatan yang bersifat menekan, seperti perubahan kebutuhan dan selera di pasar, persaingan yang aktif. Biasanya para pesaing akan muncul bilamana suatu produk mengalami permintaan penuh. Tugas manajer permasaran adalah “maintenance marketing”, yaitu dengan mempertahankan harga jual, mengendalikan biaya, tetap mengadakan promosi

  1. Permintaan yang berlebihan (overfull demand)

Adalah suatu keadaan dimana permintaan lebih besar dari pada penawarannnya. Perusahaan merasa tidak mampu untuk memenuhi permintaan yang lebih besar. Dalam hal ini tugas manajer pemasaran adalah mengurangi permintaan atau disebut “demarketing”, yaitu dengan menaikkan harga, mengurangi kegiatan promosi.

  1. Permintaan tidak sehat (unwholesome demand)

Adalah permintaan beberapa jenis produk yang dapat dinilai tidak baik dari segi kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat atau penyedia, seperti permintaan rokok, obat – obatan terlarang atau ganjadll. Dalam hal ini manajer pemasaran mempunyai tugas untuk merusak atau meniadakan permintaan atau disebut “countermarketing”

  1. ANALISA KESEMPATAN PASAR

Kesempatan pasar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Kesempatan lingkungan, adalah bilamana masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi.
  2. Kesempatan perusahaan, adalah kesempatan yang dapat dinikmati oleh suatu perusahaan yang memiliki keunggulan – keunggulan dari para pesaing, kesempatan tersebut tidak dapat dipisahkan dari perusahaan. Jadi apabila kesempatan perusahaan sesuai dengan kesempatan lingkungan maka dapat diharapkan perusahaan dapat berhasil.
  1. PERENCANAAN PEMASARAN

Perencanaan dapat mencakup suatu periode waktu panjang atau pendek. Ada tiga macam konsep perencanaan, yaitu :

–               perencanaan perusahaan secara keseluruhan

–               perencanaan pemasaran

–               perencanaan pemasaran tahunan

Tujuan dan strategi jangka panjang ini menjadi suatu kerangka untuk mengembangkan rencana – rencana yang mencakup di dalamnya, seperti masalah keuangan, produksi, kebutuhan tenaga kerja, riset dan pengembangan, penentuan sasaran pasar dan program pemasaran. Pertimbangan pemasaran lebih cenderung  mempengaruhi kebijakan perusahaan baik jangka panjang atau jangka pendek, oleh karena itu perencanaan pemasaran sering dijadikan satu dengan perencanaan perusahaan.

Perencanaan pemasaran mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah – masalah yang luas dalam marketing mix. Perencanaan pada masing – masing variabel harus dikoordinasikan dan ditangani dengan baik, sebab setiap variabel marketing mix tersebut selalu mengadakan interaksi dengan variabel yang lainnya

  1. PROSES PERENCANAAN

Tahap – tahap dalam proses perencanaan, yaitu :

  1. menganalisa situasi, membuat suatu analisa yang teliti tentang situasi perusahaan seperti pasarnya, pesaingnya, produknya, saluran distribusinya dan program promosinya.
  2. Menentukan tujuan
  3. Memilih strategi dan taktik
  4. Menilai hasil operasinya

Ada beberapa pertimbangan dalam menetapkan tujuan perusahaan, yaitu :

–         adanya pertentangan antara kesempatan lingkungan dengan kesempatan perusahaan

–         adanya kemungkinan keterbatasan sumber – sumber yang dimiliki oleh perusahaan untuk memenuhi semua kesempatan setiap kesempatan yang ada tidak selalu mempunyai data tarik yang sama

Tujuan perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Tujuan umum, menetapkan tujuan untuk mencari laba
  2. Tujuan khusus, tujuan yang diperlukan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar, seperti : meningkatkan kualitas produk, memeperluas pasar, mendapatkan laba untuk jangka pendek. Adapun kegunaan dari tujuan khusus adalah :

–         untuk menentukan peranan setiap individu dalam organisasi

–         untuk mempertahankan adanya keseimbangan dalam pengambilan keputusan dari beberapa manajer

–         untuk dipakai sebagai dasar dalam perencanaan khusus

–         untuk mendorong pelaksanaan kegiatan

–         untuk dijadikan dasar dalm mengambil tindakan koreksi dan pengawasan

Strategi Pemasaran ada tiga, yaitu :

–         memilih konsumen yang dituju

–         mengindentifikasi keinginan konsumen

–         menentukan marketing mix

Merumuskan Rencana Pemasaran, mengembangkan rencana tertulis dalam bentuk sasaran, anggaran, penentuan tugas. Setelah itu baru dibuat keputusan – keputusan dibidang pemasaran, produksi, keuangan dan personalia.

Masalah pokok dalam pengembangan rencana pemasaran, yaitu :

–     target penjualan, ditetapkan berdasarkan analisa, untuk itu perlu diadakan alokasi target penjualan pada daerah penjualan dan masing – masing salesman dengan memperhatikan penjualan masa lampau serta perkiraan potensinya

–     anggaran pemasaran, biasanya ditetapkan berdasarkan suatu persentase dari target penjualan. Perusahaan perlu menganalisa tugas pemasaran yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tingkat penjualan tertentu (market share). Kemudian menetapkan besarnya biaya yang diperlukan pada masing – masing tugas tersebut.

–     Alokasi marketing mix, menetapkan bagaimana cara mengalokasi anggaran pemasaran suatu produk ke berbagai alat pemasaran, seperti periklanan, promosi penjualan dan personal selling

–     penetapan harga, perusahaan harus menetapkan harga dan daftar harga sebelum diberikan potongan serta penghargaan. Bagian pemasaran perlu mempertimbangkan tiga elemen yang terdapat pada perkiraan, yaitu : tingkat, saat dan sifat juga harus mempertimbangkan factor biaya dan persaingan dalam menetapkan harga yang direncanakan

–     alokasi anggaran pemasaran pada produk, biasanya perusahaan tidak hanya menghasilkan satu macam produk tetapi beberapa macam, maka perlu menentukan produk mana yang memerlukan tambahan anggaran pemasaran dan produk mana yang perlu dikurangi anggarannya. Untuk itu maka perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor, yaitu : jumlah produk line, banyaknya produk mix, jenis produk yang mempunyai permintaan cukup banyak dan jenis produk yang permintaannya sedikit

  1. ORGANISASI PEMASARAN

Struktur organisasi pemasaran masing – masing perusahaan berbeda – beda tergantung dari luas perusahaan atau kompleksitas pasar yang dikuasainya. Sebuah organisasi perusahaan mempunyai pelaksana pimpinan sebanyak enam orang untuk enam bidang utama dengan tingkatan yang sama, yaitu pemasaran, produksi, keuangan, riset dan pengembangan, personalia dan pelayanan konsumen (customer service). Secara langsung mereka bertanggung jawab pada direktur. Wakil direktur pemasaran membawahi kegiatan – kegiatan seperti :

–     periklanan, mengelola program periklanan sehari – hari baik menyangkut produk yang ada atau produk baru

–     promosi, mengelola program promosi secara keseluruhan untuk produk yang ada atau produk baru

–     produk, mengelola program pemasaran sehari – hari menyangkut produk yang ada. Penjualan, mengawasi seluruh tenaga penjualan, pergudangan, pengangkutan dan persediaan barang yang dibutuhkan pembeli

–     system informasi pemasaran, merupakan pusat pengumpulan data baik menyangkut produk baru atau produk yang ada termasuk kegiatan riset dan pengembangan

–     departemen produk baru, mengkoordinir kegiatan – kegiatan tentang penemuan dan pembuatan produk baru

  1. PENERAPAN DAN PENGENDALIAN PEMASARAN

Rencana merupakan pedoman yang baik untuk selalu memperkirakan cara – cara pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu. Salah satu fungsi pokok manajer adalah perencanaan, pelaksanaan / penerapan dan pengawasan / pengendalian. Manajer juga perlu mengadakan pengawasan kemampuan mendapatkan laba dengan cara menguji kemampuan mendapatkan  laba dari berbagai macam produknya, pasarnya, daerah pemasarannya dan saluran distribusinya.

Proses pengawasan yang harus dilakukan manajemen ada tiga tahap, yaitu :

  1. mengetahui apa yang terjadi, manajemen dapat membandingkan antara hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak ada penyimpangan
  2. mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi, menyangkut beberapa alas an tentang dicapainya suatu hasil
  3. menentukan tindakan selanjutnya, merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan – kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik
  1. STRATEGI PEMASARAN

Perbedaan antara strategi, taktik dan tujuan, adalah :

–     Tujuan perusahaan adalah memberikan kepuasan kepada pembeli dan masyarakat lain dalam pertukaran untuk mendapatkan sejumlah keuntungan

–     Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi pemasaran memerlukan keputusan – keputusan dari manajemen tentang elemen – elemen dari marketing mix perusahaan. Strategi bersifat lebih permanen

–     Taktik adalah tahap – tahap atau langkah – langkah tertentu yang dipakai untuk melaksanakan strategi. Taktik pemasaran hanya merupakan program tertentu untuk jangka pendek saja yang memerlukan keputusan – keputusan marketing mix. Taktik dapat diganti bila dianggap kurang memuaskan

Dalam strategi penetrasi pasar, perusahaan berusaha memenuhi kebutuhan pasar  yang ada dengan produk yang ada. Salah satu cara yang efektif, yaitu dengan menawarkan harga lebih rendah secara terus – menerus, atau menggunakan program periklanan khusus. Pasar yang ada juga dapat dimasuki dengan cara me – reformulasikan produk – produk yang ada supaya kondisinya lebih baik.

Strategi penggantian mencoba untuk meningkatkan penjualan dengan menawarkan produk – produk baru yang mempunyai karakteristik lebih baik kepada pembeli. Sedangkan perluasan produk line diterapkan untuk menguasai saluran distribusi dengan menawarkan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen.

Strategi pengembangan pasar berkaitan dengan peningkatan penjualan dipasar yang baru, yaitu dengan mendapatkan pembeli baru untuk produk yang ada. Strategi perluasan pasar dilakukan dengan mengubah produk yang ada untuk menarik pembeli baru. Dan strategi diferensiasi produk berusaha mencapai pembeli baru dengan memperluas golongan barangnya. Strategi diversifikasi berusaha memasuki kelompok pembeli baru dengan menghantam jalur bisnis yang baru lebih dulu. Tahap pertama dalam perumusan strategi pemasaran adalah menentukan konsumen tertentu yang dituju. Tahap kedua dalam perumusan strategi pemasaran adalah penentuan. Tahap ketiga adalah menentukan marketing mix.

  1. PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN

Tujuannya merupakan suatu pernyataan, kemana perusahaan akan pergi, sedangkan strategi merupakan cara umum yang akan ditempuh untuk mencapai arah tujuan tersebut. Ada lima konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran. Yaitu :

  1. Segmentasi pasar merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar terdiri atas beberapa segmen yang berbeda – beda, misal kebutuhan yang berbeda, pola pembelian yang berbeda atau tanggapan yang berbeda terhadap berbagai macam penawaran. Setiap segmen pasar mencerminkan kesempatan yang berbeda – beda, sehingga perusahaan tidak dapat mencapai pasar dengan memuaskan semua pembeli.
  2. Sebagai dasar dari Strategi pemasaran adalah penentuan posisi pasar (market positioning). Perusahaan berusaha memilih pola konsentrasi pasar khusus yang dapat memberikan kesempatan maksimum untuk mencapai tujuan, setelah memperoleh posisi tertentu di pasar. Untuk mencapai posisi yang kuat perusahaan harus dapat memasuki segmen pasar yang menghasilkan penjualan serta tingkat laba yang paling besar. Dalam penentuan posisi pasar terdapat dua macam strategi, yaitu :

–     konsentrasi segmen tunggal, merupakan strategi yang dapat ditempuh perusahaan jika ingin mempunyai posisi yang kuat pada satu segmen saja

–     konsentrasi segmen ganda, merupakan strategi dimana perusahaan menginginkan posisi yang kuat dalam beberapa segmen. Pencapaian segmen pasar yang satu dilakukan bersama – sama dengan pencapaian segmen pasar yang lainnya.

c.   Yang mendasari Strategi pemasaran adalah menentukan bagaimana memasuki segmen pasar yang dituju. Ada tiga cara untuk memasuki segmen pasar yang dituju, yaitu :

–     membeli perusahaan lain, merupakan cara yang paling mudah dan cepat untuk memasuki pasar, karena perusahaan yang dibeli sudah mempunyai pasar tertentu. Sehingga dapat menghindari proses pengujian yang mahal dan waktu yang lama.

–     berkembang sendiri, perusahaan menggangap bahwa posisi yang kuat hanya dapat dicapai dengan menjalankan riset dan pengembangan sendiri

–     kerjasama dengan perusahaan lain, sehingga resiko ditanggung bersama dan dapat saling melengkapi atau menutup kekurangan yang ada

d.   Pengembangan strategi pemasaran adalah menetapkan bentuk penawaran pada segmen pasar tertentu, yaitu dengan marketing mix. Jadi perusahaan tidak hanya sekadar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan variabel – variabel marketing mix, yaitu :

–     produk, mencakup penentuan bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkusan, garansi dan service sesudah penjualan. Pengembangan produk dapat dilakukan setelah menganalisa kebutuhan dan keinginan pasarnya

–     harga, menentukan harga pokoknya berdasarkan biaya, keuntungan, praktek saingan dan perubahan keinginan pasar

–     distribusi, meliputi aspek :

1.   sistem transportasi perusahaan, meliputi pemilihan alat transport, penentuan jadwal pengiriman, penentuan rute yang ditempuh

2.   system penyimpanan, meliputi menentukan letak gudang, jenis peralatan yang dipakai

3.   pemilihan saluran distribusi, meliputi penggunaan penyaluran (pedagang besar, pengecer, agen dan makelar), dan bagaimana menjalin kerjasama dengan penyalur

–     promosi, meliputi kegiatan – kegiatan :

1.   periklanan, meliputi pemilihan media, penentuan bentuk iklan dan pesannya

2.   personal selling, meliputi penarikan, pemilihan, latihan, konpensasi dan supervise

3.   promosi penjualan, mengadakan pameran, peragaan, demonstrasi, contoh – contoh dan sebagainya

4.   publisitas, merupakan kegiatan yang hampir sama dengan periklanan dan biasanya dilakukan tanpa biaya

e.   Penentuan waktu. Perusahaan telah menemukan kesempatan yang baik, menetapkan tujuan dan pengembangan strategi pemasaran, ini bukan berarti perusahaan dapat segera beroperasi. Perusahaan perlu menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan program – program pemasarannya. Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat.

TRANSFER

Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditunjuk sebagai penerima transfer.

Pengiriman uang dibagi menjadi dua macam transaksi:

  1. pengiriman uang keluar (transfer keluar)
  2. pengiriman uang masuk (transfer masuk)

Baik transfer uang keluar atau masuk akan mengakibatkan adanya hubungan antar cabang yang bersifat timbal balik, artinya bila satu cabang mendebet  cabang lain mengkredit.

  1. TRANSFER KELUAR

Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar. Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis ataupun melalui kawat.

Pengamanan dalam transfer keluar ini adalah kode rahasia seperti nomor test dari setiap transfer masuk dan keluar. Apabila terjadi kesalahan dalam nomor test, pada prinsipnya transfer tersebut harus ditolak.

Keuntungan bagi Bank yang melaksanakan transfer keluar adalah sebagai sarana untuk menciptakan pendapatan dalam bentuk komisi, peningkatan pelayanan kepada para nasabah, peningkatan pangsa pasar bank, dan segi promosi.

Pengiriman uang dilakukan oleh bank dengan cara memerintahkan cabang lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada beneficiary yang berdomisili di kota tertentu. Dengan demikian terjadi hubungan antar kantor antara cabang pemberi amanat dan pembayaran transfer.

View full article »

Good Corporate Governent

KINERJA BUMN PASCA PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (STUDI PADA PT POS INDONESIA BANDAR LAMPUNG)

ABSTRAK

DWI OCTAVIANA

Krisis keuangan yang melanda Asia tahun 1997-1998 meninggalkan berbagai permasalahan di bidang ekonomi karena nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama Dollar Amerika sangat rendah. Banyak perusahaan di Indonesia baik yang bergerak di sektor riil maupun sektor jasa mengalami kebangkrutan dan harus masuk dalam pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Salah satu langkah pemerintah guna mengatasi krisis ekonomi adalah dengan melakukan restrukturisasi BUMN salah satunya melalui penerapan Good Corporate Governanace (GCG). Good Corporate Governance merupakan suatu proses dan struktur yang digunakan untuk meningkatkan keberhasilan usaha, dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan/meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) melalui peningkatan daya saing dan kinerja perusahaan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders.
PT Pos Indonesia Bandar Lampung merupakan salah satu Unit Pelayanan Teknis (UPT) yang menjadi bagian kerja Wilayah Pos III Sumbagsel PT Pos Indonesia (Persero) juga melaksanakan Good Corporate Governance sebagai upaya untuk lebih profesional dalam menjalankan pengelolaan perusahaan dan pelayanan kepada pelanggan. Salah satu dasar penerapan GCG tersebut adalah Keputusan Direksi PT Pos Indonesia Nomor 81/Dirut/1201 tanggal 27 Desember 2001 tentang Gerakan Moral Pos Indonesia , BTP (Bersih, Transparan dan Profesional).
Untuk mengetahui kinerja PT Pos Indonesia Bandar Lampung pasca penerapan good corporate governance, maka peneliti menggunakan metode pengukuran kinerja Balance Scorecard yaitu mengukuran kinerja yang menjabarkan visi, misi, sasaran dan strategi perusahaan ke dalam empat perspektif, meliputi : perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menujukkan bahwa kinerja PT Pos Indonesia Bandar Lampung dalam kondisi sehat/baik dengan nilai A. Hasil perhitungan kinerja balance scorecard juga didukung sekaligus sejalan dengan pehitungan angket/kuesioner yang diberikan kepada pegawai dan pelanggan.
Saran dari penelitian ini adalah peningkatan kualitas pelayanan PT Pos Indonesia Bandar Lampung sehingga akan menghindari penurunan jumlah pelayanan. Temuan di lapangan menujukkan bahwa pegawai bersikap tidak peduli bahkan tidak mengetahui apa yang menjadi visi dan misi perusahaan, Oleh sebab itu, pimpinan harus mensosialisasikan visi dan misi yang diemban perusahaan dengan baik. Selain itu, PT Pos Indonesia Bandar Lampung harus lebih transparan dan terbuka terhadap informasi yang dibutuhkan pegawai maupun pihak lain demi terwujudnya gerakan bersih, transparan dan professional (BTP) PT Pos Indonesia.

RIBUT-RIBUT soal pengucuran dana penyelamatan Bank Century terus berlanjut walaupun Menteri Keuangan Sri Mulyani berulang kali mengatakan penyelamatan terhadap bank kecil itu telah sesuai dengan peraturan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Padahal, dana yang disetujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun.

Misteri itulah yang ditindaklanjuti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigasi terhadap bank.

Tidak hanya KPK, DPR pun meminta BPK mengaudit proses bailout tersebut. Itu karena sebelumnya DPR pada 18 Desember 2008 telah menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) sebagai payung hukum dari penyelamatan bank milik pengusaha Robert Tantular itu.

Kasus Bank Century telah memperlihatkan kepada kita bahwa ada bank kecil yang mendapatkan dukungan besar dari otoritas keuangan dan bank sentral. Pertanyaannya adalah semangat apakah yang melatarinya?

Argumentasi yang muncul dari pihak berwenang sejauh ini adalah bahwa proses penyelamatan Bank Century telah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan dalam UU LPS dan perintah dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Bahwa pembiayaan yang dikeluarkan LPS untuk menyelamatkan Bank Century berasal dari kekayaan LPS, bukan uang negara.
Saat likuidasi Bank Century, terdapat 23 bank yang masuk pengawasan BI. Dan pengambilalihan itu bertujuan memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk mencegah rush yang bila dibiarkan, akan berdampak sistemik terhadap perekonomian nasional.

Terlepas dari argumen pemerintah, BI, dan LPS, yang harus diuji kebenarannya, kasus Bank Century dalam level tertentu diperkeruh isu transparansi yang dipertanyakan banyak kalangan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan tegas menyatakan ia sama sekali tidak tahu tentang proses bailout bank tersebut karena tidak pernah mendapatkan laporan dari Sri Mulyani saat kebijakan itu diambil.

Adalah aneh, seorang wakil presiden yang selama ini dikenal sebagai driving force dalam kebijakan ekonomi tidak mengetahui dan tidak dilapori. Ketidaktahuan Wapres menjadi bukti bahwa transparansi menjadi persoalan serius yang harus dituntaskan dalam isu bailout ini.

Kasus Bank Century juga tidak terlepas dari isu tidak sedap mengenai dugaan keterlibatan petinggi kepolisian. Terkait dengan persoalan di Bank Century pernah muncul sebuah polemik tentang cicak versus buaya antara kepolisian dan KPK. Ini juga menjadi tanda tanya tersendiri yang harus diungkap.

Ada pula isu bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan semata untuk menyelamatkan dana nasabah tertentu.

Masih banyak misteri yang melingkupi kasus penyelamatan Bank Century. Karena itu, audit investigasi BPK harus dilakukan dengan tuntas.

Jangan sampai ada penumpang gelap yang bermain dengan mengatasnamakan penyelamatan ekonomi nasional.

Pertanyaan yang amat mengganggu bukanlah pada alasan mengapa Bank Century harus diselamatkan. Namun, pada mengapa untuk sebuah bank kecil dengan aset yang juga kecil harus dikucurkan dana yang begitu besar? Apalagi pemilik bank itu sedang terlibat kasus pidana penggelapan uang nasabah?

Apakah semua kejahatan pidana pemilik bank harus ditanggulangi negara? Jadi, soal mengapa sudah transparan. Yang belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar.

Kenapa?karena banyak pihak yang belum tahu kemana jumlah yang sangat besar itu dialirankan.

Bahkan sekarang muncul berita bahwa jumlah besar itu salah satunya dialirankan untuk mendanai kampanye capres dan cawapres SBY dan Budiono. Dan sampai saat inipun masih terdengar berita tentang hal itu tetapi sampai saat ini pula belum bisa dipastikan tentang adanya berita tersebut yang sudah terlanjur tersiar diberbagai media diIndonesia.